Perguruan Tinggi dan Mahasiswa Olahraga
di Era Distrupsi
Universitas
Negeri Makassar merupakan salah satu kampus yang sangat diminati di Sulawesi
Selatan dimana tercatat pendaftar SBMPTN pada tahun 2018 sebanyak 19.790. Salah
satu prodi dengan peminat terbanyak adalah yaitu Prodi Pendidikan Jasmani,
Kesehatan dan Rekreasi pada Fakultas Ilmu Keolahragaan yaitu sekitar 1.739
peserta. Jumlah ini memperlihatkan bentuk antusiasme lulusan Putih Abu-abu
masih sangat besar terhadap jurusan ini. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah
apa harapan para pendaftar sehingga berminat mendaftar di Jurusan ini?
Pelbagai alasan
bermunculan dan sebagian besar menggantungkan harapan dan cita-citanya untuk
menjadi Guru Penjasorkes dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN). Cita-cita
yang mulia ini tentunya hingga tahun 2019 ini memang masih terdengar Keren,
namun hal ini perlu menjadi pertimbangan beberapa tahun ke depan, Mengapa?.
Tahun 2019 ini masyarakat mulai merasakan Era Distrupsi dimana segala pekerjaan
menghadapi tantangan digitalisasi. Contoh yang jelas adalah dengan adanya
aplikasi GO-JEK (Taksi Online) sangat menggerus penghasilan Perusahaan Taksi
Konvensional. Harapan dan cita-cita dipandang perlu mendapat posisi
pertimbangan yang sangat keras dikarenakan beberapa tahun kedepan terjadi
gejolak ketidakpastian terhadap Profesi di berbagai bidang.
Gambar 1 : BKMF Basket FIK UNM
Bidang Olahraga
merupakan salah satu yang terkena dampaknya dimana kampus sebagai Lembaga
pencetak Pendidik perlu menkaji ulang mengenai kurikulum. Pertimbangannya
seperti ini, Mahasiswa yang nantinya kuliah di Jurusan Penjaskesrek akan
bergelar Sarjana Pendidikan hanya akan menatap ruang Pendidikan sedangkan daya
serap Guru Penjasorkes yang berstatus ASN di Indonesia setiap Tahunnya tidak
lebih dari 500 orang. Berbanding terbalik dengan Alumni Penjasorkes setiap
tahunnya untuk UNM sendiri mencetak
sekitar 300an orang (perkiraan berdasarkan jumlah mahasiswa per tahun
nya). Jumlah ini hanya representasi UNM bagaimana dengan kampus lain diseluruh
Indonesia maka bisa mencapai jumlah ribuan dan tentunya sangat banyak.
Perbandingan jumlah lulusan dengan daya serap ASN tentunya tidak bisa mewadahi
semua lulusan ini, maka dari itu pihak Kampus perlu melihat pintu lain untuk
para alumnus.
Gambar 2 : Makassar Half Marathon
Peluang
lain untuk lulusan anak olahraga
(panggilan untuk mahasiswa Fakultas Olahraga) adalah Industri olahraga. Beberapa
diantaranya adalah Event Organizer dibidang olahraga rekreatif seperti Maraton.
Event Marathon belakangan ini sangat diminati oleh masyarakat terbukti dalam
tahun 2018 ada sekitar 15 Event Marathon berskala Nasional maupun Internasional
yang diadakan di Sulawesi Selatan dan terjadi perputaran Uang hingga Milyaran
Rupiah. Bidang ini mendapat posisi terdepan dalam perkembangan Industri
Olahraga. Aplikasi kebugaran juga menghiasi Smart Phone masyarakat seperti Freeletics yang tentu saja membawa banyak keuntungan bagi
pelaku usahanya. Melihat perkembangan di Industri Olahraga maka dipandang
sangat perlu perguruan tinggi mengembangkan salah satu bidang kajian yaitu “Manajemen
Olahraga”. Memang dalam perkulahan terdapat mata kuliah Bisnis Olahraga yang
berlangsung selamat 1 semester namun belum cukup untuk membentuk pola pikir Enterpreneur
bagi para mahasiswa.
Semangat
berwirausahan di bidang olahraga perlu dipupuk pada ketika masih berstatus
mahasiswa sehingga nantinya ketika menyelesaikan studinya para alumnus bisa
berdaya saing tinggi bukan hanya dalam bidang pendidikan melainkan dibidang
bisnis juga memperlihatkan taringnya baik dalam level nasional maupun
Internasional. Keadaan seperti ini perlu ditunjang oleh semangat belajar berlatih
dari mahasiswa. dan Kampus sebagai wadah pembentukan keterampilan mahasiswa.


Comments
Post a Comment