Sinopsis Film

ASMARA DIUJUNG BADIK
Asmara di ujung Badik berkisah tentang seorang pemuda Desa lannying bernama Rammang, putra Patta sibali, seorang Imam Desa penghafal Al qur’an sahabat Patta Sirenrengi Kepala adat, Suku Bugis. Pemuda lugu ini kemudian saling jatuh hati dengan seorang gadis kembang desa Marusu bernama Ratih, putri Karaeng Gallang, seorang bekas kepala prajurit Kesatuan Angkatan Darat. Namun hubungan asmara di antara mereka harus kandas karena ulah kakak kandung Rammang sendiri yang bernama Patanrai.
Kepandaian dan kepiawaian Patanrai dalam olah sastra membuat Ratih terlena dan mulai melupakan Rammang yang polos. Cinta segitiga itu akhirnya berujung pada peristiwa di Lae-lae, di mana mereka berdua Patanrai dan Ratih yang sedang diburu oleh api gelora asmara saling memadu kasih hingga gadis kembang desa Marusu itu hamil di luar nikah.
Kegagalan asmara justru membuat Rammang lebih serius mendalami ilmu pengetahuan dengan mendaftarkan dirinya di Salah satu Kementrian Penyandang dana Pendidikan di bawah bimbingan saudara sepupunya yang bernama Alimsyah. Berkat kesabaran sepupunya dan bakat yang dimilikinya, Rammang akhirnya menjadi awardee LPDP yang selalu Bersinergi, Profesional dan berintegritas dalam kesehariannya.
Kisah Asmara diujung badik ini diselingi berbagai kisah kehidupan, antara lain kedatangan Rammang ke Desa Barua untuk melakukang Penelitian Penyelesaian Studi. Desa barua adalah salah satu desa tertinggal yang ada di Wilayah kelahiran Subaedah Ibu Rammang. Di desa itu, Rammang menyaksikan sebuah desa tertinggal dengan kehidupan perekonomian yang memprihatinkan. Belum lagi MCK yang harus bergiliran mengantri di pagi hari
Di desa Gersang itu, sekelompok masyarakat Feodal terus mensolimi dan menyengsarakan masyarakat kecil dengan memberikan Hutang Paksa kepada petani lalu dengan semena-mena mangambil dan merampas harta benda petani. jika ada diantara mereka yang terlambat sehari untuk membayar tunggakan. Hingga suatu ketika barot dan kawan-kawan anak buah karaeng Pasagga sang Rentenir menarik paksa se-ekor kambing milik warga yang tertunggak proses pembayaran. Si ibu janda tersebut harus menagis histeris menahan dengan sekuat tenaga walau tubuhnya harus mendapatkan bogem mentah dari angota karaeng. Sebelum jauh para utusan kembali ke balla Karaeng Pasagga, di sebuah kedai makan terjadilah keributan kecil antara Barong dengan Rammang, Rammang berhasil mempermalukan para utusan dan mampu menunjukkan kemahirannya dalam Seni beladiri.
Setelah insiden itu, Aminah seorang gadis desa Putri Karaeng tallongeng. Pemengku adat desa datang membantu, memapah dan membawa sang ibu menuju kediamannya. Saat itulah perkenalan Rammang dengan Aminah berlangsung hingga hari-hari mereka tidak pernah lekang dengan kebahagiaan.  
Perjalanan Rammang akhirnya membawa dirinya menjadi pemimpin dan pecinta kebudayaan setempat yang di kisahkan oleh ayah aminah. Dalam petualangannya itu, Rammang juga berteman dengan seorang gadis penduduk setempat. Ranti, putri seorang pejabat daerah bernama Bapak Abdul Sani.
Nasib Ratih sendiri kurang bagus. Setelah melahirkan putri Patanrai yang diberi nama Maharani, seluruh hidupnya berubah drastis. Ia harus menghidupi anaknya seorang diri setelah sepeninggal kedua orang tuanya dan patanrai yang hanya bisa mabuk-mabukan sepanjang malam. Suatu ketika nyawanya hampir tidak terselamatkan setelah ia terpeleset disebuah jurang sepulang dari sungai tempatnya mencuci pakaian. Beruntung ia mendapatkan pertolongan seorang dokter spesialis di desa itu bernama Fani zulaiman.
Kisah Asmara di ujung Badik kembali diwarnai cerita-cerita cinta tragis. Patanrai kembali hadir ditengah asmara Rammang dan Aminah. Syair-syair indah kepiawaian patanrai mampu meluluhkan hati aminah dan kembali jatuh ke dalam pelukannya. Ketabahan Rammang kembali diuji ditengah luka di hatinya, ia juga merasa iba dengan nasib maharani karena ratih ibunya yang lumpuh. Hanya bisa terbaring tanpa mampu mengerjakan apapun.
Buah asmara patanrai bersama aminah melahirkan anak dan diberi nama abudul Majid. Namun sifat dan kebiasaan patanrai  bukannya berubah. Setelah kelahiran budi iya lagi-lagi meninggalkan aminah seorang diri.
Hati rammang sangat kacau, ia sangat terpukul dengan setiap kejadian yang menimpanya. keseharian hanya menyendiri dan mengingat semua kejadian indah saat bersama aminah. Hal itu berlangsung lama hingga membuat tubuhnya kurus dan tak terurus.
Hingga disuatu hari rammang sedang duduk di tepi tebing tinggi sambil menatap sanset dengan gundah di dalam hatinya. Alunan sebuah lagu mengalun pelan dari radio warga setempat, lagu itu semakin lama semakin keras dan menjadi perhatian Rammang. Hingga iyapun tersadar dengan dirinya, melihat kondisinya dan bertekad akan kuat dan memboyong Maharani dan budi ke kota makassar. Menafkahi dan menyekolahkannya selayaknya anak-anak seusianya.
Di kota makassar, hari-hari meraka lalui dengan keceriaan dan penuh semangat hinga sebuah kejadian yang tidak bisa ia hindari. maharani terserang sakit paru-paru. Ia hanya bisa terbaring dan mengigau kerinduan akan ibunya. Hingga iya meminta dengan sangat kalau Rammang bersedia menjadi ayahnya dan membawanya serta. Karena rasa cinta yang ia miliki kepada ratih belum juga pudar dan atas permintaan rani, ia pun menyanggupi permintaannya.
Rammangpun menikahi ratih dan melakukan resepsi secara adat bugis-makassar. Setelah memboyong ratih dari kamarnya menuju pelaminan, tiba-tiba suasana mencekam. Patanrai kembali mengacau di acara resepsi itu. ia berusaha menggagalkan acara pernikahan. Hingga Akhirnya pertarungan patanrai dan Rammang tidak dapat terhindarkan yang mengakibatkan patanrai harus mengakui kepiawaian beladiri Rammang. Dan petugaspun datang untuk menangkap Patanrai.

Kisah ini terinspirasi dari seorang awardee LPDP. Terima kasih
   Kesamaan nama, tokoh dan adegan dalam cerita ini bukanlah unsur kesengajaan
Makassar, 3 November 2016
Wassalam

Bentar

Comments