MOMENTUM
HARI OLAHRAGA NASIONAL
Hari
ini tepatnya Jumat, 9 september 2016 merupakan salah satu hari yang penting
dalam dunia olahraga Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai
peringatan Hari Olahraga Nasional XXXIII 2016. Pada peringatan tahun ini
pemerintah mengusung tema yaitu “Ayo
Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Produktif.”. Terdapat sedikit perbedaan
dalam memperingati Hari Olahraga Nasional tahun 2016 ini jika dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar warga Indonesia mulai dari
pemerintah hingga masyarakat dapat bernafas lega dengan adanya hasil manis bauh
keberhasilan beberapa atlit yang mewakili Indonesia untuk tampil dalam ajang
Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016. Baru-baru ini juga selasa 6 september
2016 kita disapa angin segar kemenangan Timnas Indonesia berhadapan dengan
Malaysia yang berakhir dengan skor 3-0
untuk Indonesia
Sedikit
melirik beberapa prestasi pahlawan olahraga Indonesia yang tampil dalam ajang
yang diselenggarakan sekali dalam 4 tahun ini diantaranya terdapat Tantowi
Ahmad/Liliyana Natsir dari nomor ganda campuran cabang olahraga bulutangkis,
dan 2 medali perak masing-masing disumbangkan oleh Sri Wahyuni Agustiani pada
nomor 48 kilogram dan Eko Yuli Irawan di nomor 62 kilogram dari cabang olahraga
angkat besi. Hasil ini tentunya memperlihatkan peningkatan jika dibandingkan
dengan perolehan medali di Olimpiade London 2012 dengan perolehan medali 1
perak dan 1 perunggu. Adanya hasil yang baik dari olimpiade inilah yang sangat
berdampak positif dalam menyambut Hari Olahraga Nasional XXXIII 2016 ini. Dapat
dikatakan suasana ini dianggap sebagai momentum kebangkitan olahraga di
Indonesia.
Mari
sedikit berkenalan dengan Olahraga, perkembangan olahraga di Indonesia jangan
hanya dilihat dari satu sisi saja yaitu olahraga prestasi. Berbicara mengenai
olahraga berarti termasuk didalamnya adalah olahraga prestasi, olahraga
pendidikan (pendidikan jasmani, Red) dan olahraga rekreasi. Dalam semangat Hari
Olahraga Nasional ini kita boleh berbangga atas prestasi atlit kita namun tidak
untuk dinina bobo kan. Dari sudut pandang Olahraga Pendidikan, menilai
berkembangan nya olahraga di suatu Negara dilihat dari kualitas kebugaran peserta
didik dan di Indonesia sendiri dimulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Dalam
bukunya yang berjudul Sport Development Index, Prof. Toho Cholik Mutohir, salah
satu ahli di bidang Olahraga memperlihakan data hasil kebugaran para peserta
didik di Indonesia tahun 2005 menunjukkan 10,71 persen tergolong dalam kategori
kurang sekali, 45,97 persen kurang, 37,66 persen sedang dan 5,66 persen baik. Hal
ini jelas memperlihatkan bagaimana kualitas kebugaran peserta didik di
Indonesia masih tergolong rendah. Kebijakan Kurikulum yang diterapkan oleh
pemerintah dengan memberikan 2 jam pelajaran/minggu untuk bidang studi Pendidikan
Jasmani ditenggarai kurang cukup untuk membentuk pelajar yang bugar. Untuk
olahraga rekreasi itu sendiri, memandang lebih jauh yaitu bagaimana olahraga
menjadi pola hidup yang berkembang dalam masyarakat. Apabila olahraga bisa dimasyarakatkan
maka cita-cita untuk menciptakan kondisi masyarakat yang sehat dan bugar akan
tercapai. Di Indonesia sendiri berdasarkan keterangan Ketua umum Federasi
Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Haryono Isman mengatakan untuk
saat ini tingkat kebugaran masyarakat Indonesia masih sangat rendah, menurut
beliau kebugaran rakyat Indonesia sekitar
81,31 persen dibawah rata-rata, sedangkan yang prima hanya 0,4 persen
(RRI, 25 November 2014). Hal ini menunjukkan perlu adanya upaya yang lebih baik
dalam meningkatkan kualitas kebugaran masyarakat dengan adanya peningkatan
kesadaran akan pentingnya olahraga.
Dalam
peringatan Hari Olahraga Nasional XXXIII 2016 ini setidaknya dapat dijadikan
sebagai momentum kebangkitan Olahraga di Indonesia. Tema untuk menciptakan
masyarakat yang sehat dan produktif jelas memiliki hubungan yang saling
mengikat dengan aktivitas olahraga. Momentum kebangkitan olahraga di Indonesia
ini diwujudkan melalui pembangunan Ruang terbuka yang tersedia untuk olahraga,
Sumber daya Manusia dan tenaga keolahragaan yang terlibat dalam kegiatan
keolahragaan, partisipasi masyarakat dalam berolahraga secara teratur, dan
pencapaian drajat kebugaran oleh masyarakat itu sendiri. Pemerintah dalam hal
dipandang perlu mengusap keringat lebih banyak lagi dalam membenahi sistem
keolahragaan di Indonesia. Masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi kerja
marathon bagi pemerintah. Beberapa diantaranya tidak lepas dari Pembangunan
Pusat Pendidikan, Pelatihan sekolah Olahraga Nasional Hambalang, Penjaminan
tunjangan hidup bagi atlit berprestasi, serta persiapan dalam rangka menyambut
Asian Games 2018 dimana Indonesia dipercaya sebagai Tuan Rumah dari perhelatan
akbar ini.
Dalam
semangat HAORNAS XXXIII 2016 ini, tentunya perkembangan olahraga di Indonesia
tidak dapat bertumpuh hanya kepada pemerintah saja namun perlu melibatkan
kerjasama dari seluruh masyarakat di Indonesia. Pembinaan olahraga prestasi
oleh KONI, Pembinaan Olahraga Masyarakat (olahraga rekreasi) oleh pemerintah
daerah, serta pembinaan Pendidikan Jasmani oleh Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan. Muncul nya berbagai komunitas-komunitas olahraga yang tersebar
diberbagai daerah di Indonesia juga menjadi penanda mulai tumbuhnya kesadaran
berolahraga di Negara kita. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi
media sosial yang dapat dijadikan media untuk mensosialisasikan betapa penting
nya olahraga dalam meningkatkan kualitas kesehatan dalam hidup sehari.
Salam Olahraga
Comments
Post a Comment