Zaman
sekarang merupakan era nya teknolgi dengan kata lain siapapun yang mengikuti
perkembangan teknologi merupakan pribadi yang mampu membawa banyak keuntungan
bagi dirinya. Betapa tidak, dalam kehidupan masyarakat kekinian manusia dalam
kehidupan sehari-hari sangat bergantung dengan teknologi. Sebut saja alat
transportasi mobil, motor, pesawat, kereta api, teknologi komunikasi handphone,
telpon, telegram, bahkan computer dan leptop. Alat-alat teknologi pun kian hari
kian berkembang dalam hal kenyamanan, efisiensi dan kemudahan dalam
penggunaannya. Perkembangan teknologi inipun didukung dengan daya konsumsi
masyarakat yang semakin ketergantungan bahkan peminatnya bukan hanya dari
kalangan pekerja melainkan banyak dari kalangan anak usia sekolah mulai dari
tingkat SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa. Muncul pertanyaan, terus apa hubungan
antara konsumsi alat-alat teknogi dengan pendidik???
Dalam
kehidupan Kekinian yang biasa di istilahkan oleh peserta didik, penggunaan alat
komunikasi seperti hand phone dan laptop merupakan hal yang lumrah (sudah
biasa). Penggunanya pun mulai dari anak SD hingga Mahasiswa, bisa dibayangkan
tidak dalam Dunia Maya Informasi itu hampir tidak terbatas, aksesnya pun mudah
dan cepat yang menyebabkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik bisa saja
diperoleh secara otodidak (tanpa bantuan guru secara langsung). Dalam hal akses
video saja contoh nya, bukan hanya orang tua melainkan Guru sebagai peran
sentral seorang pendidik dituntut secara langsung dalam mengontrol dan mengajari
penggunaan media sosial yang tepat.pertanyaan yang kemudian muncul, bagaimana
jika guru sendiri tidak menguasai Perkembangan teknologi yang dalam hal ini
penggunaan media sosial??? Menurut saya secara pribadi Pendidik perlu dan
sangat penting untuk dapat mengikuti perkembangan dan mengetahui penggunaan
media sosial tersebut. Hal ini di karenakan untuk dapat mengajarkan dan
mengontrol pemanfaatan media sosial oleh para peserta didik mau tidak mau
pendidik nya mesti tahu terlebih dahulu yahhh ibaratnya bangaimana seorang guru
Matematika mengajar matematika kalau dia tidak tahu mengenai matematika.
Hal
diatas merupakan konsep dasarnya, sekarang kita masuk dalam hal korelasi
kebermanfaatan antara perkembangan teknologi yang dalam hal ini media sosial,
pendidik dan peserta didik. Untuk para pendidik boleh ditanya ke murid-muridnya
(observasi secara langsung) dengan pertanyaan siapa yang tahu facebook, email,
line, instagram, path, whatsapp, dan BBM? Bisa diperkirakan sekitar 80 %
(delapan puluh persen) murid yang menyatakan mengetahui bahkan bisa menggunakan
aplikasi media sosial tersebut. Pendidik dalam hal ini guru dalam melaksanakan
proses belajar tentunya menggunakan metode pembelajaran tertentu. Terdapat
berbagai masam metode pembelajaran namun masih banyak juga Guru yang
menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pembahasan kita merujuk kepada
Pendidik Kekinian, lalu apa itu Pendidik Kekinian? Pendidik kekinian merupakan pendidik yang update (mengetahui banyak
informasi terbaru), kreaitf dalam mengajar, inovatif mengembangkan metode
pembelajaran serta mampu memenuhi kkebutuhan akademik, afektif dan psikomotor
murid nya yang ditunjang dengan penggunakan teknologi informatika.
Pendidik
kekinian itu update, maksudnya yaitu pendidik mampu mencerna informasi yang
berkembang dalam masyarakat setiap harinya. Betapa tidak, dengan adanya media
sosial informasi serba update, dapat menyebar sekitar bebrapa menit setelah
peristiwa atau suatu hal penting terjadi, tidak lucu kan apabila informasi di
ketahui oleh sebagian besar murid tetapi gurunya tidak tahu. Yang kedua Kreatif
dalam Mengajar, pendidik kekinian sangat perlu terhadap hal yang satu ini
karena untuk menciptakan iklim belajar yang muridnya senang belajar, aktif dan
mengusai pelajaran maka guru mesti menerapkan metode pembelajaran yang serba
kompleks. Inovatif menggunakan metode pembelajaran dalam hal ini dimaksudkan
yaitu penerapan metode sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan peserta didik
yang kian kompleks juga, senada dengan hal tersebut maka guru perlu
mengembangkan metode pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan media sosial
dan menggunakan perangkat pembelajaran yang mengarah ke teknologi. Para guru
sebaiknya tidak egois dan kaku dengan ilmu yang dulu di peroleh di bangku
perkuliahan dulu melainkan Guru/ pendidik sebaiknya perlu mengupgrade diri
fleksibel dalam menanggapi perubahan, bukankah ilmu itu sifatnya tidak staknan
melainkan terus berkembang. Maka dari itu Pendidik janganlah bertahan dengan
kekunoan nya melainkan cobalah untuk lebih Kekinian sehingga dapat disebut Pendidik Kekinian.
Makassar 30
Maret 2016
Comments
Post a Comment