Pahlawan Generasi
Muda
Generasi muda
khusunya kaum mahasiswa merupakan kaum yang sangat menjunjung tinggi makna
sebuah idealisme. Tidak sedikit dari mahasiswa yang mengumandangkan dan
mendeklarasikan diri untuk menjadi seorang Pahlawan di generasi nya. Menjadi
seorang Aktivis pun seringkali menjadi jalan dalam mencapai tujuan tersebut.
Merupakan suatu kebanggaan yang tak dapat di ukur manakala meneriakkan hak-hak
masyarakat kepada pemerintah. “Hidup Mahasiswa….Hidup Mahasiswa….Hidup
Mahasiswa” merupakan lirik yang paling sering di gunakan oleh para Aktivis
kampus. Panggung Orasi pun merupakan tempat paling nyaman dalam menyuarakan
aspirasi mereka.
Aktivis
belakangan ini sangat erat kaitannya dengan para demonstran, seiring dengan
perkembangan zaman kata “aktivis Kampus” seringkali disalah artikan oleh
sebagian besar kaum pemuda yaitu “para mahasiswa yang sering berorasi”. Silahkan
cek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia defenisi dari Aktivis yaitu orang
(terutama anggota organisasi politik sosial, buruh petani, pemuda, mahasiswa,
wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan
dalam organisasinya.. Pertanyaan yang mncul kemudian yaitu bagaimanakah bentuk
aktivis yang sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia di Zaman sekarang ini?
Apakah pemuda yang hanya mampu berteriak-teriak dan berkomentar tanpa
memberikan solusi atau pemuda yang melakukan tindakan nyata yang membawa
perubahan menuju perbaikan pendidikan, social-budaya, kesehatan, dan
perekonomian Bangsa Indonesia.
Masih teringat
kutipan pernyataan Bapak Ir. Soekarno “Berikan saya sepuluh Pemuda maka akan Ku
guncangkan dunia”. Mungkin banyak pemuda yang hidup di generasi saat ini
menganggap pernyataan dari bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama ini
tekesan “alay” atau dalam bahasa sederhananya melebih-lebihkan. Hahahha banyak
dari generasi muda Bangsa kita yang terlalu dimanjakan dengan berbagai
fasilitas dan sangat menjunjung tinggi paham egoisme. Akibatnya mental yang
terbentuk dalam mindsetnya adalah cepat
menyerah terhadap hal-hal yang dianggapnya sulit untuk dikerjakan. Padahal
mengingat kata “pemuda” ini saja sebenarnya membuat orang merinding, betapa
tidak, “masa muda merupakan masa yang berapi-api” kata Bang Hj, Roma irama.
Masa yang berapi-api inilah yang perlu dimanfaatkan kea rah yang lebih positif.
Suatu hal yang dikerjakan dengan semangat yang luar biasa yakin dan percaya
akan memeperlihatkan hasil yang signifikan.
Coba kita lirik
salah satu bidang yang sangat seksi untuk diperhatikan olrh pemuda, Let say bidang
SOSIAL nah betul, teman-teman mungkin banyak yang bertanya mengapa social? Iyah,
menurut hemat saya masa muda bukan hanya perlu di isi oleh berbagai kajian ilmu
pengetahuan melainkan juga sangat penting untuk menumbuh kemabangkan tenggang
rasa dan rasa tolong menolong. Manusia sebagai mahkluk social tidak dapat
brtahan hidup dalam kesendirian. Oleh karena itu kita patut saling tolong
menolong dalam keberlangsungan hidup di dunia ini. Para pemuda memiliki
berbagai ide kreativ, inovativ dan imaginativ. Bayangkan betapa keren nya
lingkungan social kita apabila potensi yang dimiliki oleh pemuda ini diarahkan
dan dimanfaatkan kearah Gerakan Sosial. Mungkin ada sebagian pembaca yang
menganggap saya hanya bercoloteh tidak jelas, tidak apa-apa kok, toh memang pada
dasarny pendapat perlu didukung oleh beberapa fakta. Ok fine, let say siapa
yang kenal Butet Manurung, dr. Gamal albinsaid, Nur Aaudah Al Arifa Dhanur.
Mereka merupakan sosok pemuda yang dapat dikatakan pahlawan di era sekarang
ini. Melalui program Sokolah Rimba butet manurung mengajar suku anak dalam
untuk membaca, menulis dan berhitung. Dr gamal albinsaid yang mengobati
masyarakat miskin dengan membayar menggunakan samapah. Nur saudah al arifah nur
dengan gerkan gajahmada mengajar melakukan pengajaraan intensif terhadap anak-anak
yang membutuhkan pengajaran tanpa dikenakan biaya sepeserpun. Itulah beberapa
contoh pejuang atau pahlawan generasi muda yang memberikan kontribusi sangat
besar tanpa memperhatikan berapa banyak uang yang mereka peroleh dari kegiatan
yang mereka lakukan melainkan berapa banyak orang yang mereka bisa bantu dengan
gerakan yang mereka lakukan.
Saya berharap
akan banyak muncul pahlawan-pahlawan muda yang mengabdikan diri dengan berbagai
gerakan sosial yang sangat bermanfaat bagi bangsa dan Negara Indonesia, bukan
hanya berani berkoar-koar dan merusak berbagai fasilitas namun tidak ada kerja
nyata yang teman-teman perlihatkan. At least teman- teman pemuda sudah berusaha
melakukan yang terbaik, untuk berhasil dan tidaknya kegiatan yag teman-teman
lakukan, biarkanlah menjadi urusan Yang Maha Kuasa. Buktikan bahwa anda Pemuda.
Makassar, 2 Maret 2016
Comments
Post a Comment